Selamat Datang di Home Pages RS. Bhakti Husada II Purwakarta- Jl. Raya Sadang - Subang Km 5 Purwakarta Email: rsbhpurwakarta@gmail.com Kode Pos 41181

Rabu, 27 Februari 2013

Paket Medical Check Up (MCU)


Sehat adalah suatu keadaan dimana fungsi Jasmani dan fungsi Rohani berjalan dengan baik, seimbang dan menuju perbaikan. Kesehatan adalah suatu harta yang sangat berharga dan tak ternilai bagi setiap orang. Seiring dengan perkembangan jaman tentunya pola prilaku juga mengalami perubahan yaitu pola makan, minum, aktifitas ditambah lagi dengan lingkungan yang kurang sehat.

Rumah Sakit Bhakti Husada II Purwakarta menyadari pentingnya kesehatan bagi seluruh karyawan, mengingat hal ini erat hubungannya dengan produktivitas perusahaan, untuk itu kami menawarkan program Medical Check Up (MCU) sebagai upaya preventif dalam menjaga kualitas kesehatan karyawan maupun individu-individu.a

Obat Demam Tradisional


Obat Demam Tradisional (Cara Mengobati Demam). Demam umumnya terjadi karena infeksi dan virus. Atau karena terlalu lama kepanasan pada anak-anak. Suhu tubuh meningkat, dahi terasa panas, banyak berkeringat dan badan terasa tidak enak.

Nah, jika anak Anda terkena penyakit demam, silahkan coba resep tradisional di bawah ini untuk menyembuhkannya.





1. Akar jali dan madu
Bahan: 10-15 gram akar jali, madu secukupnya dan 3 gelas air.
Pengobatan: Akar jali dicuci bersih, lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Ramuan dibagi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

2. Batang kapulaga
Bahan: 30 gram batang kapulaga dan 600cc air.
Pengobatan: Batang kapulaga direbus dalam 600cc air hingga tersisa 300cc, kemudian disaring dan diminum sewaktu masih hangat.

3. Daun kesumba keling
Bahan: 1/3 genggam daun kesumba keling, 3 gelas air dan gula aren secukupnya.
Pengobatan: Daun kesumba keling dicuci bersih, kemudian direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin, airnya disaring dan ditambah gula aren seperlunya. Ramuan tersebut diminum 2 kali sehari masing-masing satu gelas.

4. Daun Asam Jawa
Bahan: Daun asam jawa secukupnya.
Pengobatan: Daun asam jawa dijus atau ditumbuk hingga halus, kemudian diperas dan airnya diminum.

5. Daun bayam duri
Bahan: 1 genggam daun bayam duri segar.
Pengobatan: Cuci bersih daun bayam duri, kemudian digiling dan tambahkan sedikit air. Ramuan ini ditepelkan pada dahi sebagai tapal.

6. Rimpang Bangle dan Madu
Bahan: 15 gram rimpang bangle segar, 1/2 cangkir air panas, dan dua sendok makan madu.
Pengobatan: Rimpang bangle dicuci bersih kemudian diparut. Tambahkan setengah cangkir air panas dan dua sendok makan madu. Aduk hingga rata, kemudian peras dan saring. Minum ramuan tersebut dua kali sehari.

7. Batang Brotowoli
Bahan: 2 jari batang brotowali, 2 gelas air dan madu secukupnya.
Pengobatan: Batang brotowali direbus dalam 2 gelas hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin airnya diminum dengan madu secukupnya. Lakukan hal ini dua kali sehari sebanyak 1/2 gelas.

Nah, itu dia beberapa ramuan tradisional untuk mengobati penyakit demam. Semoga lekas sembuh dan jangan lupa berdoa.

Olahraga Sebelum Sarapan Ampuh Bakar Lemak Lebih Banyak


Jika Anda hendak menuju gym atau berlari pagi untuk menurunkan berat badan, cobalah untuk melakukannya sebelum Anda makan sarapan. Kenapa? Karena menurut penelitian, berolahraga sebelum sarapan ternyata lebih efektif untuk membakar lemak dibandingkan olahraga setelah sarapan.

Selain bisa membakar lebih banyak lemak tubuh saat perut kosong, olahraga sebelum sarapan juga membantu Anda menghilangkan lemak-lemak ekstra di sekitar pinggang. Hal ini juga ampuh memicu penurunan besar dalam penyumbatan lemak darah di arteri.

Meski manfaat olahraga sudah diketahui ampuh dalam membasmi lemak, namun orang-orang masih belum yakin tentang apakah lebih baik berolahraga pada waktu perut kosong atau perut kenyang.

Dr. Jason Gill, yang melakukan penelitian tersebut di Glasgow University, mengatakan bahwa olahraga apapun yang dilakukan sebelum sarapan mungkin menjadi lebih menguntungkan, karena memaksa tubuh untuk mengandalkan timbunan lemak sebagai penghasil energi.

“Ketika orang berbicara tentang kehilangan berat badan, hal itu berarti kehilangan lemak,” katanya.

Sebanyak 10 pria melakukan tiga kunjungan ke laboratorium Institute of Cardiovascular and Medical Sciences di universitas tersebut, dan diberi sarapan setiap kunjungan.

Pada kunjungan pertama, mereka tidak melakukan olahraga apapun. Kunjungan kedua, mereka melakukan jalan cepat selama 1 jam menjelang sarapan dan kunjungan ketiga, mereka lakukan berjalan kaki setelah sarapan.

Mereka yang berolahraga berhasil membakar lebih banyak lemak dibandingkan mereka yang hanya duduk-duduk. Dan, orang-orang yang berjalan kaki sebelum sarapan berhasil membakar lemak 33% lebih banyak daripada mereka yang berolahraga setelah sarapan.

Tes ini juga mengungkapkan, mereka mengalami penurunan yang lebih besar dalam lemak darah, yang bisa memicu risiko penyakit jantung.

Sedangkan pria yang hanya melakukan jalan cepat dan aktivitas lebih berat juga dapat dengan aman dilakukan pada perut kosong, menurut Dr. Gill. Hal ini karena tubuh masih memiliki cadangan yang cukup untuk berolahraga selama 90 menit sampai dua jam.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal British Journal of Nutrition.

Rabu, 13 Februari 2013

Lowongan Kerja Untuk Tenaga Laboratorium


RS. Bhakti Husada II Purwakarta